Presisipolri.com - Sidrap, Ada ironi kecil di tengah musim kemarau di Wilayah Kabupaten Sidrap.
Beberapa hari sebelumnya, **Polres Sidrap sibuk mencari air untuk menyelamatkan tanaman padi warga yang nyaris mati sebelum panen**. Kini, polisi yang sama harus turun ke lapangan menghadapi persoalan sebaliknya: **api yang melahap lahan warga.**
Tak tanggung-tanggung, di bawah arahan Kapolres Sidrap **AKBP Indra Waspada Yuda**, polisi bahkan mengerahkan **mobil Water Cannon** untuk menyiram sawah-sawah yang kekeringan.
Air yang biasanya digunakan untuk kepentingan pengamanan, kali itu diarahkan ke lahan pertanian.
Tujuannya sederhana: jangan sampai petani gagal panen hanya karena sawah kehabisan air.
Namun musim kemarau memang punya banyak cerita.
Senin (24/8/2026) malam, giliran kobaran api yang harus dihadapi jajaran Polres Sidrap.
Sebanyak **11 hektare lahan warga di Dusun II Makkadae, Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap**, terbakar.
Dan Kapolres Indra kembali turun langsung.
### Dari Sawah Kekeringan ke Lahan Terbakar
Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda kepada **Katasulsel.com**, Selasa (25/8/2026), mengatakan kondisi kemarau membuat kewaspadaan terhadap kebakaran lahan harus ditingkatkan.
Menurutnya, persoalan seperti ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi.
Ketika api muncul di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan, polisi, TNI, Damkar, pemerintah desa dan masyarakat harus bergerak bersama.
“Yang paling penting adalah memastikan api tidak meluas dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujar Indra.
Kebakaran di Lainungan diketahui sekitar pukul 17.30 WITA.
Rumput dan vegetasi yang kering membuat api cepat menjalar. Angin yang bertiup juga membuat kobaran semakin sulit dikendalikan.
Tiga lahan warga terdampak, masing-masing milik Isia (60), Latapa (alm.) dan Lagilibu (70).
Warga lebih dulu berusaha memadamkan api.
Petugas Damkar kemudian datang sekitar pukul 17.45 WITA dengan satu unit armada.
Tetapi persoalannya bukan sekadar kekurangan air.
**Medannya sulit.**
Kendaraan tidak bisa mendekati seluruh titik api.
### Kapolres Turun ke Tengah Kobaran
Sekitar pukul 19.40 WITA, Kapolres Indra tiba di lokasi bersama Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I.
Di lokasi, api masih menyebar.
Indra kemudian bergabung dengan kepala desa, personel TNI, petugas Damkar dan masyarakat.
Tidak ada lagi sekat siapa polisi, siapa tentara, siapa petugas pemadam, siapa warga.
Semua menghadapi persoalan yang sama: **bagaimana api ini segera berhenti.**
Karena kendaraan pemadam tidak bisa masuk ke seluruh area, pemadaman dilakukan secara manual.
Ranting pohon dan peralatan seadanya digunakan untuk memukul kobaran sekaligus memutus jalur rambatan api.
Malam itu menjadi panjang.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.15 WITA.
Total lahan warga yang terbakar diperkirakan mencapai **11 hektare**.
Tidak ada korban jiwa maupun personel yang mengalami cedera.
### Kemarau yang Membuat Polisi Harus Bekerja Lebih Keras
Cerita ini sebenarnya memperlihatkan bagaimana dampak kemarau mulai terasa dalam bentuk yang berbeda di Sidrap.
**Sawah kekurangan air, tanaman padi terancam mati.**
Polisi turun dengan Water Cannon.
Belum selesai persoalan itu, lahan kering justru menjadi bahan bakar kebakaran.
Polisi kembali turun.
Bedanya, kali ini bukan membawa air untuk menyelamatkan tanaman.
Mereka berusaha menghentikan api agar tidak menghanguskan lebih banyak lahan.
Inilah yang membuat langkah Polres Sidrap di bawah kepemimpinan AKBP Indra Waspada Yuda menarik untuk dicermati.
Polisi tidak hanya hadir ketika persoalan keamanan sudah menjadi perkara hukum.
Mereka juga masuk ke persoalan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.
Ketika petani membutuhkan air, polisi datang membawa Water Cannon.
Ketika lahan warga terbakar, Kapolres ikut turun menghadapi api.
### Jangan Anggap Sepele Lahan Kering
Indra mengingatkan masyarakat agar semakin berhati-hati selama musim kemarau.
Rumput yang mengering, lahan yang kehilangan kelembapan dan angin yang cukup kencang bisa membuat api bergerak sangat cepat.
Kebakaran di Lainungan menjadi contoh nyata.
Api yang awalnya hanya berada di satu kawasan akhirnya membakar lahan hingga sekitar 11 hektare.
Karena itu, masyarakat diminta segera melapor jika menemukan titik api sekecil apa pun.
Sebab dalam kondisi seperti sekarang, **api kecil tidak selalu tetap kecil.**
### Kemarin Air, Hari Ini Api
Ada satu gambaran sederhana dari apa yang dilakukan Polres Sidrap belakangan ini.
**Kemarin polisi menyiram sawah agar petani bisa memanen.**
**Hari ini polisi turun memadamkan api agar lahan warga tidak habis terbakar.**
Dua-duanya terjadi karena satu persoalan yang sama: kemarau.
Dan di tengah situasi itu, Kapolres Indra memilih tidak hanya berada di belakang meja.
Ia turun melihat langsung.
Di sawah, polisi membawa air.
Di lahan terbakar, polisi membantu memadamkan api.
Bagi masyarakat, mungkin inilah bentuk kehadiran polisi yang paling mudah dirasakan: **datang ketika warga sedang membutuhkan.**
